Tentang Filter Spam

Filter spam selalu menggunakan beberapa kriteria dalam menentukan dan menilai email yang masuk ke kotak pesan user. Kriteria tersebut bisa saja berbeda-beda antar user. Setelah melihat beberapa kriteria, filter spam akan menentukan berapa skor spam dari email. Skor ini yang menentukan apakah email yang dikirim dapat terkirim atau bisa dikatakan melewati filter atau tidak. Skor ini sangat bervariasi, bergantung dengan beberapa faktor.

Meskipun tidak semua filter spam memiliki algoritma yang sama dalam menentukan skor spam dalam email, setidaknya ada beberapa faktor dasar yang sering dicari oleh filter spam.

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa saja yang dideteksi atau dicari oleh filter spam untuk menentukan skor spam.

1. Domain Email Jika Anda ingin menggunakan domain email yang gratis seperti Gmail, ymail, outlook dan semacamnya. Kami tidak menyarankan untuk menggunakan domain email gratis. Hal ini dikarenakan filter spam akan lebih agresif dalam melakukan filter pada domain email gratis. Berbeda dengan domain email yang telah terverifikasi.

Jika Anda telah memiliki domain email, maka sebelum mengirim email, sangat disarankan untuk melakukan otentikasi domain email sender. Hal ini agar domain email yang Anda daftarkan untuk mengirim email, dapat dikenali oleh server dan terverifikasi.

Bagi Anda yang baru memiliki domain email, disarankan untuk melakukan warming up domain. Berikut yang perlu Anda ketahui tentang warming up domain

  • Untuk membangun reputasi domain.
  • Minta bantuan subscriber Anda untuk email yang dikirimkan masuk ke kotak spam, agar ditandai sebagai email yang bukan spam
  • Diperlukan setidaknya 30 hari agar reputasi domain membaik.

Lalu bagaimana caranya melakukan warming up domain? Klik disini untuk melakukan warming up domain.

2. Alamat IP

Beberapa filter spam akan menandai email Anda jika terdapat orang dengan alamat IP yang sama, mengirim email spam. Meskipun bukan Anda sekalipun. Selain itu, jika alamat IP Anda pernah digunakan untuk mengirim email spam, dan Anda menggunakan MTARGET, maka email yang Anda kirim menggunakan server MTARGET dan itu bisa mempengaruhi email deliverabillity untuk pengguna MTARGET lainnya juga. Jadi, pastikan Alamat IP Anda tidak pernah disalah gunakan untuk mengirimkan email yang berpotensi spam.

3. Konten Email Konten email yang Anda kirimkan haruslah sesuai dengan apa yang Anda tawarkan. Beberapa email service provider (ESP) memiliki filter spam yang sangat agresif dalam menandai email spam berdasarkan konten tertentu. Jika Anda ragu apakah email yang dikirimkan akan masuk kotak spam atau tidak, Anda dapat mencoba untuk membuat A/B test email untuk menguji email mana yang mempengaruhi pengiriman.

4. Unsubscribe Entah seberapa penting email yang Anda kirimkan, jangan pernah lupakan untuk selalu mencantumkan tautan berhenti berlangganan. Ini sangat penting sekali karena jika Anda tidak mencantumkannya, email berpotensi untuk dilaporkan sebagai spam. Atau jika subscriber menginginkan dirinya berhenti berlangganan dari Anda, maka lakukan pemberhentian berlangganan. Tapi akan lebih baik apabila email sudah dilengkapi dengan tautan untuk berhenti berlangganan.

×

Subscribe

The latest tutorials sent straight to your inbox.